PERAN IQ,EQ,SQ,ESQ DAN AQ

IQ (Intelectual Quotient) atau pengalaman, skill, pengetahuan, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual dan dapat meningkatkan derajat kita ke tempat yang lebih tinggi dari orang lain. Dengan begitu kesuksesan akan dapat lebih mudah dicapai. Apakah benar begitu?

Selanjutnya EQ (Emotional Quotient). Dengan kecerdasan emosional, kita justru akan lebih mendalami kecerdasan intelektual kita dalam berbuat dan berperilaku. Karena hanya dengan IQ saja, tentu sangat mustahil orang bisa meraih kesuksesan. Tergantung kesuksesannya seperti apa dulu, kalo suksesnya membunuh orang-orang nggak berdosa dengan membantainya satu persatu, dengan kemampuan menembak, merakit bom, memilih senjata, berkelahi, membuat virus komputer, melakukan aktifitas hacking dll.
Sebuah penelitian di Amerika dan Jepang menyatakan bahwa dari 100% orang sukses, hanya 10-20 persen aja yang berpendidikan tinggi, berijazah lengkap, dan tentunya dengan IQ yang di atas rata-rata, selebihnya, 80-90 persen hanya lulusan SMA, SMP, atau bahkan tidak punya latar belakang pendidikan, kebanyakan dari mereka mengawali karir dari berdagang. Hal ini membuktikan bahwa IQ bukanlah segala-galanya. Dari beberapa penelitian juga dikatakan bahwa justru orang-oarang yang ber IQ tinggi malah memiliki kesulitan dalam bergaul, berinteraksi, mengembangkan diri, dan ber-attitute baik.
Ternyata, kecerdasan IQ dan EQ aja belum cukup untuk menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, masih ada satu hal lagi yang selama ini kita lupakan.
Memang, kedua hal tersebut sudah cukup memberikan peranan dalam meraih kesuksesan, tapi, apakah kita akan puas dengan kesuksesan-kesuksesan kita? tentunya nggak. kita akan terus meraih apa yang kita inginkan. terus dan terus menerus… Tapi pernah nggak sih kita menyadari bahwa segala hal yang kita raih dalam kesuksesan itu justru malah akan menjerumuskan kita dalam-dalam? Berbagai pengalaman yang pernah gue baca, masalahnya sama, yaitu nggak adanya kepuasan dalam hidup meski kita berada dalam kesuksesan tertinggi.
Ambil aja contoh Fulan, Fulan adalah seorang pelajar yang pintar, nilainya bagus terus dan meraih peringkat pertama di sekolahnya, hingga pada akhirnya dia disekolahkan ke luar negeri, setelah lulus, ia mengambil S2 di negeri belahan lain lagi. lalu ia kerja, mendapat posisi yang paling tinggi, dan terus begitu hingga pada akhirnya ia sadar kalau selama ini memiliki kesulitan untuk menghadapi hidup dan menganggap kesuksesan bukanlah segala2nya… masih ada lagi yang mesti ia cari… tapi apakah itu???
Ada yang bilang ketenangan sejati?
Terus bagaimana caranya agar kita dapat meraih ketenangan sejati tersebut?
sebuah pertanyaan besar,bukan?
Beberapa pakar kecerdasan telah menemukan tiga tingkatan alam dalam otak manusia, yaitu alam sadar (IQ), alam pra sadar (EQ), dan sebuah unsur terdalam otak manusia yang disebut GOD SPOT, sebuah titik terang yang berada di alam bawah sadar manusia. Hal itulah yang ternyata dapat meningkatkan potensi kecerdasan spiritual atau SQ (Spiritual Quotient) kita.

Landasan EQ dan SQ Dalam Kepemimpinan
Seorang pemimpin yang hanya berlandaskan pada IQ saja, maka visi dan misi serta orientasi kerjanya sebatas pada hal-hal yang sifatnya materialistis, matematis dan pragmatis, dengan mengenyampingkan hal-hal yang berbau spirituallits dan sentuhan hati nurani. Pencapain visi dan misi oleh pemimpin yang hanya mengandalkan IQ, dilakukan dengan prinsip just do it, sehingga segala bentuk kegagalan ataupun keberhasilan, disikapi sebagai prinsip just a game. bahkan ultimate goal nya juga masih sebatas mancari kepuasan materiil atau duniawi.

Pemimpin yang menerapkan nilai-nilai EQ akan menggunakan hatinya dalam memimpin, tidak semata-mata logika sebagaimana pendekatan IQ di atas. Penerapan EQ ini ditunjukan dengan sifat sidik (jujur), Tabligh (berani menyampaikan kebenaran), Amanah (terpercaya), dan Fatonah (berpendirian kuat) dalam memimpin. namun pendekatan EQ ini sasaran akhirnya cenderung masih tetap sama dengan pendekatan IQ yakni sebatas mengejar kepuasan materiil atau duniawi. Konon di dalam dunia pendidikan negara maju seperti Jepang, Inggris dan Amerika ada materi tambahan yang berkaitan erat dengan life skill dan leadership. Disitu aspekkejujuran, pemahaman akan individu dan masyarakat, ditambah basic technology diberikan sebagai menu sehari-hari. Namun konsep itu nampaknya masih terlepas dari nilai-nilai luhur ajaran agama, hanya sebatas pada hubungan antar sesama manusia dengan mengabaikan hubungan dengan Tuhan Pencipta Semesta Alam.

Pemimpin yang mendalami dan menerapkan nilai-nilai SQ dipadukan dengan nilai-nilai EQ, ultimate goal nya semata-mata mendapat ridha Allah SWT. Visi dan misinya sangat jauh kedepan karena dihasilkan dari proses memahami masa lalu (sejarah) yang sangat jauh ke belakang. Mulai dari upaya memahami penciptaan alam dan manusia sampai meyakini bahwa tujuan akhirnya tidak lain adalah akhirat. dengan demikian visinya tidak sebatas sampai akhir kehidupan dunia saja, tapi sampai pada kehidupan akhirat, dimana semua perilaku kita di dunia akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT dan kita yakin bahwa pengadilan akhirat akan kita hadapi. Oleh karena itu prinsip just do it nya adalah mengerjakan segala sesuatu dengan penuh keikhlasan karena melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin, semata-mata mengharap ridha Allah SWT, sehingga ukuran yang digunakannya bukan lagi ukuran manusia tapi sudah menggunakan ukuran Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Demikian juga dalam hal pengukuran kinerja karyawannya, tidak seamta-mata hanya berorientasi pada hasil seperti yang populer dikembangkan di Barat, tetapi kriteria proses untuk mencapai hasil tersebut juga sangat diperhatikan. Kriteria berdasarkan hasil hanya berfokus pada apa yang telah dicapai atau dihasilkan ketimbang bagaimana sesuatu itu dicapai atau dihasilkan . Salah satu contoh definisi kinerja yang dikemukakan seorang ahli barat John Whitmore, ” Kinerja diartikan sebagai kualitas
dan Kuantitas output dari suatu proses manajemen “. Hal ini berarti, kriteria berdasarkan hasil hanya tepat diberlakukan bagi organisasi yang tidak peduli bagaimana hasil ini dicapai. Justru inilah banyak menyebabkan timbulnya kemerosotan moral dan etika karena mereka dapat melakukan dengan berbagai cara untuk mencapai hasil yang diharapkan. Padahal definisi kinerja yang berlandaskan ESQ adalah “Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika”. dengan mengacu pada definisi ini, maka kinerja itu dapat berupa produk akhir (barang dan jasa) dan atau berbentuk perilaku, kecakapan, kompetensi, sarana dan keterampilan spesifik yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi. Kriteria berdasarkan perilaku ini sangat penting karena mampu mengindentifikasikan bagaiaman pekerjaan itu dilaksanakan. Kriteri ini sangat penting khusunya bagi pekerjaan yang membutuhkan hubungan antar personal, sebagai contoh dalam toko swalayan, apakah kasir-kasirnya dean pelayannya ramah atau menyenangkan pelanggan ? Toko itu harus membuat daftar perilaku tertentu yang harus diikuti karyawan, perilaku-perilaku itu dapat diukur langsung oleh pelanggan/pembeli.

Konsep Kesimbangan AQ, IQ, EQ dan SQ dalam Kurikulum Pendidikan.

Di lingkungan dunia pendidikan, keseluruhan aspek kecerdasan (IQ, EQ, SQ dan AQ) perlu mendapat bobot perhatian yang seimbang. Hal ini penting mengingat IQ saja tidak menjamin keberhasilan hidupseseorang, demikian jugab kalau haya sekedar SQ dan EQ tidak akan mampu mendukung keberhasilan hidup seseorang secara utuh, material dan spritual.Penerapan keseluruhan aspek kecerdasan ini sangat efektif kalau dilakukan dalam kegiatan bimbingan konseling disetiap lembaga pendidikan. Pemahaman EQ dan SQ akan lebih mudah dilakukan melalui kegiatan tatap muka secara langsung dengan menggugah hati nurani setiap peserta didik untuk berperilaku baik dan mampu negendalikan diri serta berinteraksi dengan orang lain secara baik pula. Kalau bimbingan konseling ini sudah dilakukan secara efektif dengan memesukan semua aspek kecerdasan yang diperlukan, maka sudah saatnya penilaian keberhasilan siswa/peserta didik tidak sekedar pada tataran output (produk), tapi bagaimana proses untuk mencapai output tersebut . Penilaian keberhasilan peserta didik bukan hanya dilihat dari ketepatapan waktu menyelesaikan seluruh program studi, tapi bagaimana perilaku siswa saat mengikuti evaluasi/ujian, apakh dengan cara -cara yang jujur, tidak mencontek atau tidak menjiplak makalah orang lain, tidak berupaya mencari bocoran soal dari lain-lain.

Kalau kriteria tidak secara cermat dipantau dan diperhitungkan, maka hasilnya akan nampak takala lulusan ini mengabdikan ilmunya ditempat kerja, ia akan terbiasa berperilaku tidak jujur, korupsi, kolusi, dan perilaku amoral lainnya ia akan selalu mencari jalan pintas yang mudah ia lakukan untuk mencapai tujuannya walaupun harus menyikut orang lain, menginjak kepala orang, melanggar norma dan autran yang ada, dan lain-lain. Padahal kalau seseorang memiliki kecerdasan adversitas ( Adversity Intelligence) akan mampu menghadapi rintangan atau halangan yang menghadang dalam mencapai tujuan. Menurut Stoltz(2000) indikator-indikatornya dapat dikelompokkan menjadi empat dimensi, yakni dimensi kendali, dimensi asal usul dan pengakuan, dimensi jangkauan serta dimensi daya tahan . Dimensi kendali terkait dengan EQ yakni sejauh mana seseorang mampu mengelola kesulitan yang akan datang. Dimensi kedua tentang tentang asal usul sangat terkait erat dengan SQ, yakni sejauhmana seseorang mempersalahkan dirinya ketika ia mendapati bahwa kesalahan tersebut berasal dari dirinya, atau sejauhmana seseorang mempersalahkan orang lain atau lingkungan yang menjadi sumber kesulitan dan kegagalannya. Dan yang lebih penting lagi adalah, sejauh mana kesediaan untuk bertanggung jawab atas kesalahan atau kegagalan tersebut.

Makin tinggi kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab atas kegagalan atau kesulitan yang menghadang, makin tinggi usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Dimensi jangkauan yang menyatakan sejauhmana kesulitan ini akan merambah kehidupan seseorang menunjukkan, bagaimana suatu masalah mengganggu aktivitas lainnya, sekalipun tidak berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi. Dalam teori kecerdasan emosional, menurut Goleman kata jangkauan ini berhubungan dengan lamanya seseorang terlarut dala suasana hati yang tidak menentu. Dimensi daya tahan dimaksudkan bahwa makin tinggi daya tahan seseorang, makin mampu menghadapi berbagai kesukaran yang dihadapinya. Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa AQ sangat berhubungan erat dengan IQ, EQ dan SQ. Pengukuran kecerdasan adversitas yang dinyatakan dengan AQ (Adversity Quotient) yaitu nilai yang diperoleh dengan pembagian tertentu.

Memahami Potensi Qalbu Dalam Kepemimpinan

Setiap manusia akan dipengaruhi oleh dua bisikan ke dalam qalbunya yakni bisikan baik dari malaikat dan bisikan buruk/jahat dari iblis/syetan. Sementara itu akal kita akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada disekitarnya melalui penglihatan dan pendengaran yakni fenomena alam, tata nilai, adat, budaya dll. Dalam menyaring input-input ini terjadi interaksiantara akal dan kalbu. Kalbu dengan dimensi Shadr nya akan mengolah hal-hal yang menyangkut aspek emosional. Shadr adalah potensi kalbu untuk menangkap seluruh nuansa alam dan manusia dari kacamata rasa, yang mencakup kepekaan atas keindahan, kesopanan, dan kelembutan. Shadr ini juga mempunyai potensi untuk mampu memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap nilai-nilai keindahan, budaya dan menghormati orang lain.

Dimensi fu’ad memberikan ruang untuk akal, berfikir, bertafakur, memilih dan mengolah seluruh data yang masuk dalam qalbu dan aqal manusia. Fu’ad melihat berbagai alamat (tanda) yang kemudian menjadi ilmu untuk mewujudkannya dalam bentuk amal/perilaku. Pengawal setia Fu’ad ini adalah akal, zikir, pikir, pendengaran, dan penglihatan. Fungsi akal membantu fua`ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir, wujud, dan nyata dengan mendayagunakan fungsi nazhar “indra penglihatan” sedangkan hal-hal yang bersifat perenungan. pemahaman mendalam terhadap hakikat yang bersifat ghalib tidak nyata, dan tidak tampak dalam penglihatan diserahkan kepada potensi pikir dengan mendayagunakan fungsi sam`a “pendengaran”. Akal berkaitan dengan keadaan untuk menangkap seluruh gejala alam yang tampak nyata.

Seseorang yang IQ nya tinggi belum tentu termasuk katagori orang yang mendayagunakan fu`ad untuk mengenal hakikat dari penciptaan langit dan bumi serta segala yang tampak. Fu`ad dengan kandungan akal, zikir dan pikir mampu mengetuk nurani untuk mengambil keputusan secara kritis, berani bertindak, dan bertanggung jawab. Dalam mengambil sikap atau keputusan, peranan fu`ad merupakan pasukan qalbu yang paling aterdepan. Fu`ad tampil sebagai assabiqunal awwalun dari pendayagunaan potensi qalbu. Fu`ad yang berfungsi akan menyebabkan diri kita selalu terlibat dalam tanya jawab, apakah dirinya berpihak kepada kebenaran ataukah sedang berada dalam posisi yang salah.

Keseluruhan interaksi dari ketiga potensi qalbu ini kemudian akan dirangkum dalam nafs (ego) nafs inilah yang akan mengambil keputusan akhir yang akan ditindaklanjuti secara fisiologis. Hidup manusia diwarnai oleh pertarungan sengit antara malaikat dan iblis untukmemperebutkan posisi strategis di dalam nafs. Oleh karena itu semua perbuatan manusia selalu didahului pro-kontra, terutama jika perbuatan itu belum menjadi sesuatu yang lazim dilakukan oleh yang bersangkutan, kalau yang menang adalah iblis/syetan, perbuatannya sudah dapat dipastikan perbautan buruk yang akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan jika yang menang adalah malaikat, maka akan terjadi sebaliknya.

Seluruh potensi qalbu harus selalu disinari cahaya illahi (Ruh kebenaran), sehingga ia akan tetap berada didalam jalan kebenaran, mengingat peranan iblis yang dengan gigih berusaha untuk memadamkan cahaya illahi dan menggantinya dengan nyala api yang bernuatan elemen-elemen rendah dan fana yang penuh dengan nafsu hewaniah, maka seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk bertanya kepada hati nurani dan menggugah hati nurani masyarakat yang dipimpinnya, sehingga dapat melaksankan berbagai kebijakan pimpinannya dengan baik. inilah inti dari pelaksanaan manajemen sialturahmi, yang mendayagunakan peran hati nurani, sehingga implementasi dari silaturahmi ini bukan hanya sekedar perbuatan lahir/fisik/jasad, tapi sudah melibatkan peran hati nurani, yang ditunjukkan dengan ketulusan untuk saling mencintai dan menyayangi sehingga timbul saling percaya, saling hormat menghormati antara pemimpin dan bawahannya.

Kesimpulan dan Saran

Faktor keberhasilan seseorang didalam memimpin ternyata bukan semata-mata ditentukan oleh faktor pendidikan formal atau bahkan bukan ditentukan oleh kemampuan dan kecerdasan inteltual, tapi kontribusi terbesar yang mendukung keberhasilan seseorang adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain dalam wujud siltarturahmi basa-basi atau seremonial, tapi silaturahmi yang ikhlas semata-mata untuk mewujudkan dan mempererat tali kasih sayang. Tidak ada artinya tangan bersalaman dan saling tegus sapa antara pimpinan dan bawahannya, tapi hatinya tidak ikut bersalaman. Tidak ada gunanya kalau seorang pemimpin menggembar -gemborkan perlunya silturahmi tapi ia tidak memberikan contoh yang baik dalam melaksanakan siltaturahmi yang berkualitas. Kadang-kadang ada pemimpin yangmampu bersilaturahmi dengan sebagian kecil kelompok, sementara kelompok yang lain diabaikan bahkan luput dari perhatiannya. Hal ini berarti manajemen silaturahmi belum dijalankan dengan baik, sehingga tidak dapat menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan dan leadership dalam setiap jenjang pendidikan.

Kurikulum pendidikan harus mengarah pada peningkatan kompetensi berkenaan dengan keterampilan hidup. Keterampilan hidup yang dimaksud bukan hanya kompetensi untuk memperoleh pengetahuan dan untuk memperoleh pengetahuan dan untuk tumbuh berkembang bagi diri sendiri, seperti kemampuan membaca, menulis, berhitung, hidup sehat dan lain-lain, tetapi perlu diberikan kompetensi organisasi dengan baik. Konsep manajemen silaturahmi (Masil) menghendaki agar semua persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan hati nurani, dengan prinsip saling menyayangi diantara sesama manusia. Keterampilan hidup yang lebih luas, baik di rumah, di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat, sehingga anak didik mampu menghayati kehidupan dan lingkungannya. Dalam hal ini kemampuan intra personal dan inter personal sangat mendukung untuk maksud tersebut, agar dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara baik dan efektif.

Dalam upaya mewujudkan gagasan itu program jangka penjangnya perlu ada upaya penyempurnaan system pendidikan nasional kita sebagaimana diterapkan di negara maju yakni memberikan muatan-muatan life skill.

46 Tanggapan to “PERAN IQ,EQ,SQ,ESQ DAN AQ”

  1. bagaimana/upaya apa untuk meningkatkan ESQ,ada cerita remaja yang terisolasi pergaulannya,dan dia merasa tertekan disertai perasaan tdk adil:kenapa tuhan tidak memberiku perasaan suka,semangat,dan bahagia?untuk apa aku hidup hny merasakan kebencian,kesedihan,dan kejengkelan.
    setiap orang memberi solusi dia slalu lupa,meskipun dia menulis tehniknya
    bagaimanakah pendapat anda ttg hal ini?

  2. Salam Kenal Mas IPANG
    saya rasa org yg bersangkutan harus sering diajak untuk ngumpul2 dikawanan org2 yg ceria dan sayang ma dia, bukan menyuruh tp mengajak dia (artinya tanpa dia harus tw tujuan kita mengajak dia ketempat tersebut) sebab kalau dia tw dia akan mesara down dan minder terlebih dahulu sebelum mencoba, karna faktor set mainded itu sangat mempengaruhi saya rasa, sama halnya ketika saya katakan “matematika itu sulit” maka selamanya sistem yg berada dalam jiwa saya menangkap hal itu setiap kali saya berhadapan dengan metematika.
    terkadang faktor terisolasi itu juga disebabkan karna orang2 sekitar yang tidak mau menerima ide2 atau curhatan dia, karna ketika ada seseorang yang mau mendengarkan dan ikut membantu memecahkan masalah dia maka dia akan merasa betapa berartinya hidup ini. juga berikan pujian-pujian yang membangun dan real adanya, bukan pujian bohongan tp real yang bisa membuat dia merasa dibutuhkan orang2 sekitar.

    saya rasa itu pendapat saya, saya bukan psikolog namun saya mencoba bagaimana caranya memahami orang lain, karna itu yang bisa membuat hidup saya lebih berarti.

    thanks

  3. AQ itu apa ce tlng donkz jelaskan secara detiL?? pease!

  4. Dir Cinta,
    AQ= kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan (menurut saya).
    AQ, menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya “Adversity Quotient” adalah kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Contoh orang dengan AQ tinggi, antara lain akan menganggap: Hari yang buruk bukannya kemunduran yang besar; rapat yang alot bukan suatu kegagalan; konflik dengan orang yang disayangi adalah kesalahpahaman bukanlah hancurnya hubungan; kesulitan bukan ancaman; kecaman
    atasan bukan hancurnya karier; kerugian finansial bukan kebangkrutan; dan telepon yang tidak dijawab bukanlah akhir persahabatan. AQ merupakan sikap menginternalisasikan keyakinan. Jika kita punya keyakinan bahwa tiap apa yang kita lakukan tidak ada gunanya, kita akan gampang terkena depresi, mungkin pula stres dan struk. AQ juga merupakan kemampuan kita untuk menggerakkan tujuan hidup ke depan; mendapatkan banyak pengikut, meningkatkan karier, mendapatkan pangsa pasar, memperbaiki hubungan dengan relasi.

  5. thiea Says:

    Aku mau tanya neh.. tentang EQ..
    selama ini, ada yg bilang, aku punya kecerdasan intelektual yg lumayan cukup lah, minimal buat aku sendiri.. tpi.. begitu mereka kenal dekat aku, mereka bilang, klo aku sangat minim dalam hal kecerdasan emosional.
    dan aku sadari itu…. baik dlm bergaul dikalangan temen2, rekan kerja, maupun dlm kalangan keluarga.
    yang pengen aku tanyakan, bagaimana cara aku mengimbangi kecerdasan emosional aku, biar aku bisa jadi org yg lebih baik dan bermanfaat utk semua
    besar harapan atas jawabannya…
    Thanks alot be4…!!
    Good LUck guys…

  6. sorry thia telat balas…
    gini thia, akangeronces bukanlah seorang yg sudah sempurna, so akan sangat tdk cocok kalau akang menganjurkan begana-begini…
    namun kalau saran akang akan coba..
    pertama, kalau thia sudah mapan dengan kecerdasan IQ nya, itu sudah bagus, namun EQ+IQ akan sangat lebih baik.
    seorang yg bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan mendapat nilai tinggi belum tentu bisa menerima jika suatu saat nilainya down dan ujung’a frustasi, kata2 frustasi itulah yg hubunganya sangat erat dgn EQ…
    jika anda akan berangkat keluar negeri untuk olimpiade matematika misalnya, tiba2 pesawat yg akan anda tumpangin mengalami kerusakan dan pihak penerbangan menunda keberangkatan sampai esok hari, dan anda harus sampai ke negara tujuan malam ini, kalau tidak anda akan gagal olimpiade, apa yg anda lakukan…
    EQ berperan disini..
    jika anda marah dan kesal, anda hanya menfungsikan otak kiri anda…
    anda tidak berpikir jika anda marah2 apakah pesawat akan berangkat? TIDAK..!!!
    jadi untuk apa anda marah…, energi terbuang, hati kacau, pesawat tidak berangkat..>!!!
    kemudian kalau pesawat dipaksa berangkat dan terjatuh????
    bagaimana nasib anda dan penumpang lainnya…???
    itu contoh dasar yg saya gambarkan…
    untuk thia yg ingin mengimbangi EQ dan IQ…
    coba dari diri sendiri dulu, coba untuk memahami diri sendiri, kelebihan saya apa dan kekurangan saya apa, jika seseorang mengatakan kekurangan saya dan itu benar bisa tidak saya menerimannya…
    trus, baru mulai memahami orang lain, jika seseorang berbuat jahat kepada anda, pahami dulu kenapa alasan dia berbuat seperti itu, cara dengan memutarbalikkan keadaan, jika anda jadi dia dan dia jadi anda…
    kalau akangeronces sendiri cara itu sangat membantu…
    jadi kita akan bisa memahami orang lain, dengan begitu EQ kita kan terkontrol dan orang2 sekitar akan mudah memahami kita…

  7. cara memahami orang lain yang lainnya adalah dengan menghargai yg diakatakan..
    tatap mata orang yg berbicara dengan kita dengan tatapan tepat dimatanya…
    sesekali mengangguk untuk memberi renspon kalau anda bener2 memperhatikan yg dia bicarakan dan jika hal yg dibicarakannya sudah anda ketahui tetaplah mendengar jangan mengatakan “kalau itu saya lebih tau”…
    tetaplah mendengar untuk memberika pengharhaan kepadanya…
    akangeronces dengan pacar selalu begitu, pacar akangeronces sering mengatakan sesuatu yg sudah akang ketahui, namun akang pura2 tidak tau dan tetap mendengarkan, jika perlu akang melemparkan pertanyaan sesekali..
    dengan begitu lawan bicara kita akan merasa dihargai dan senang berbicara dengan kita…
    sedikit trik menghargai orang lain…
    bukan kebohongan, namun mengharga pendapat orang lain…

    trik yg lain; jagan tersinggung jika seseorang mengkritik anda, terima dulu, jangan membantah, karna disaat itu anda belum tau apakah kritikannya betul atau salah, pertimbangkan kritikannya dan mulai intropeksi diri..
    kritikan itu sebuah perkembangan untuk anda, bukan hinaan…
    sama dengan seorang guru memberikan nilai anda 0. itu bukan hinaan tp pengembangan untuk anda..
    lain halnya jika ada org yg terus memuji anda dengan berlebihan dan itu tidak benar adanya…
    itu akan menjurumuskan anda dalam kesombongan, bisanya org seperti itu ada maksud lain, apakah ingin mencari perhatian anda atau ada masud yg lainnya..
    tetaplah berada pada jalur anda..
    INGAT…!!!
    kata dosen saya, CECAK TIDAK PERNAH STRESS KARENA MAKANANNYA BISA TERBANG, SEDNAGKAN CECAK TIDAK BISA TERBANG.
    belum pernah lihat kan cecak stress lalu bunuh diri karna tidak bisa terbang…???
    nyatanya cecak belum punah toh sampai sekarang… :D

  8. yunsirno Says:

    Pak Nana, tulisannya bagus sekali. saya ikhtisar ya untuk buku saya. Mudah-mudahan lebih tersebar luas

  9. taufik Says:

    bagus…saya senang dgn bahasa yanga bapak gunakan…tidak beribet dan mudah dipahami.

  10. mas ipung yang terhormat,saya tertarik sekali dengan materi yang mas bahas itu,dan pengn memperdalam juga karena itu komponen yang ada dalam diri saya juga kan..
    nah mungkin mas ipung punya link ataupun buku yang mengulas banyak tentang materi tersebut.mungkin mas ipung dapat membaginya dengan saya…syukron

  11. Makasi atas tulisanx yc,, nic memudahkan aku mengerjakan tugas dari dosen,, makasi ka..!!! ;-)

    • salam kenal miftah, berterimakasihlah kepada Allah yang telah mengarahkan anda untuk menemukan blog saya, dan secara pribadi saya sangat bahagia karena blog ini diberkahi oleh Allah untuk membantu anda.

  12. mariati Says:

    assalam mualaikum …..
    salam kenal buat abang….
    makasih tulisanx bantu saya buat bahan makalah dari dosen

  13. hariyanto Says:

    Assalammualaiku,,,,
    tulisannya bagus banget mas…
    saya termasuk orang yang malas membaca tetapi melihat tulisan mas,,, saya tidak ingin berhenti membaca sampai semuanya selesai,,,
    mas pasti ada link dengan materi atau buku2 yang sama2 dengan materi mas.. tolong bagi2 dong mas…!!!

  14. Waalaikumsalam wr wb
    Mohon maaf terlambat saya balas komentar para sahabat islam yang luar biasa, terimakasih kepada mbak mariati dan mas hariyanto yang telah menemukan blog saya, sehingga bisa tersampaikan ilmu Allah melalui blog ini, kalau tentang materi, saya dapatkan dari seminar ESQ pertengahan 2007 lalu oleh al-mukarram Ari Ginanjar Agustian, selain itu saya juga mereferensi untuk membaca buku2 beliau diikuti tafsiran Al-quran mengenai ayat2 yang dirujukan dari buku itu, salah satu yang sudah saya baca itu “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual”.
    inti’a seperti ini mas (menurut saya), ilmu2 yang disampaikan oleh mas Ari sebenernya sudah dimuat semua’a dalam Al-Quran (karna ilmu hanya milik Allah), hanya saja beliau menerjemahkan kedalam kehidupan sehari2 dan kemudian tugas kita untuk memperinci lagi terjemahan itu ke hal2 yang sering kita temukan disekitar kita.
    karena beberapa hal cara ilmu itu ditemukan adalah dengan Mata(melihat), Pikiran(logika), dan Hati(iman), kita lebih cenderung di tingkatan 1 dan 2, oleh sebab itu banyak logika2 yang saya kemukakan dalam menjelaskan ayat2 Allah.
    Temukan dulu Emosi Spiritual sampai kita betul2 memahami kenapa kita butuh Tuhan, selanjutnya emosi2 yang lain insyaAllah akan mengikuti secara sendiri’a.
    dulu, saya belum menulis tentang hal ini karena memang saya belum menemukan emosi spiritual yang hakiki, tapi setelah kini saya temukan, ternyata semua’a dikendalikan oleh iman kita.
    seseorang yang mengerti Agama (SQ) otomatis cerdas (IQ) dan tentunya akan sebisa mungkin menjaga prilaku dari dosa2 kecil (EQ) dan untuk memandang masalah tidak terlalu sulit, krna kita sendiri saja tidak ada apa2′a dimata Allah, apa lagi masalah kita (AQ)…

    Lihat….!!! semua ditemukan berawal dari SQ.
    “FANA”kan diri kita, kita hanya sampah yang tidak berguna tanpa ada ilmu, harta, rupa, dan apapun yang semuanya dari ALLAH…

  15. Salam, Teori anda tersebut saya tautkan dan saya buat kedalam postingan milik saya, Mohon Izin nya. dan Terima Kasih.

  16. [...] IQ (Intelectual Quotient) atau pengalaman, skill, pengetahuan, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual dan dapat meningkatkan derajat kita ke tempat yang lebih tinggi dari orang lain. Dengan begitu kesuksesan akan dapat lebih mudah dicapai. Apakah benar begitu? [...]

  17. wien asri Says:

    Assalaamu ‘alaikum…
    jujur senang banget bacanya, tapi bisa minta tolong ga mas…???
    mas…!!! tolong tiliskan donk…!!! kaitan EQ terhadap MATEMATIKA secara spesifik. makasi banyak atas percikan ilmunya mas…
    Wassalaamu ‘Alaikum…

    • Waalaikumsalam wr wb.
      Terimakasih kepada saudara/i wien asri yang selalu dalam keberkahan-NYA, mengenai kaitan EQ dan METAMATIKA sangat berpengaruh pada prestasi, disini kita berbicara tentang pelajaran, bukan penerapan ilmu matematika itu sendiri, memang pada dasarnya memperlajari ilmu yang satu itu sangat berpengaruh pada IQ, namun harus diawali dengan pembentukan EQ sebelum IQ itu terbentuk, titik temunya saya rasa terdapat pada “WAKTU”, waktu yang terlalu lama dalam proses pembelajaran akan begitu mempengaruhi pada prestasi, sehingga emosi untuk BISA terkadang surut, dewasa kini banyak bermunculan trik2 cara pembelajaran yang lebih efektif, sehingga “LAMA WAKTU” belajar akan lebih nyaman bagi pelajar ketika disisipkan dengan suasana yang lebih enjoy, teman saya seorang guru matematika pernah sharing ke saya tentang cara dia mengakali siswa2nya dalam belajar, sehingga tanpa disadari oleh si siswa, bahwa mereka sedang belajar matematika, walaupun pada dasarnya mereka beranggapan hanya sedang bermain, itu adalah cara pembentukan EQ siswa yang sangat kreatif, berbeda dengan guru pada umumnya yang selalu menekankan untuk “BISA” tanpa mencari tahu bagaimana cara mereka untuk “BISA” tanpa harus merasa tertekan, jadi suasanakan proses pembelajaran dengan hal yang mereka sukai, seperti bermain game, atau hanya bermain tebak-tebakan atau apalah itu, yang penting mereka tidak harus mengerti bahwa sebenarnya mereka sedang mempelajari ilmu yang menurut kebanyakan orang pada umumnya itu sulit, set mainded “SULIT” itu harus lebih dulu dihilangkan sebelum mereka mulai mau belajar, karna disitulah hubungan Emotional Quotient dan Matematika.
      Begitu saudara/i wien asri.
      Semoga bermanfaat…, bagikan lebih banyak ilmu anda kepada orang lain untuk bisa membangun sel jaringan otak yang lebih luas, terimakasih sekali lagi sudah ikut berkomentar.

  18. Marierlan's Wellal Says:

    bsa gg jelasn peran IQ,EQ,AQ,SQ dlm proses npembelajaran sseorang…bserta contohnya skali….!!

    • sahabat Marierlan’s Wellal yang baik, semua itu sudah terbahas dalam artikel dan komentar2 nya, boleh kalau memang mau dibaca ulang dari awal, agak panjang memang pembahasannya, namun kalau disimpulkan sendiri akan lebih puas, tidak ada yang kaku dalam jawaban, pahami dulu ke empat faktor kecerdasan itu, maka “peran” yang sahabat tanyakan itu akan terjawab dengan sendirinya,
      jangan manja ya… :)
      nanti boleh akang tambahkan jawabannya kalau perlu penambahan, saya yakin sahabat Marierlan’s Wellal dapat menyimpulkannya dengan sempurna dan tidak lagi perlu penambahan dari akang :)

  19. bisa minta tolong gag mas…?
    Bantu saya menuliskan peran IQ, EQ, SQ, AQ dalam informatika secara ringan dan ringkas. untk artikelnya diatas sangat bermanfaat bagi saya.
    Arigatou Gozaimasu..

  20. mkasih yah tas informasinya

  21. salam kenal juga mas…

  22. Bagus, terimakasih atas pencerahannya. smg sukses

  23. asalamualaikum …………

    menurut logika saya keterangan yang anda jelaskan cukup jelas dan dapat di mengerti or di pahami namun ada beberapa sedikit yg saya tanyakan tentang peran SQ,IQ,EQ,AQ,MQ,MaQ,dan CQ
    dalam dunia fana or dunia yang melibatkan orang2 cenderung dengan masalah yang di alaminya yg bisa di kenal dengan istilah
    CINTA.dan tentang PERSAHABATAN di lingkungan sekitar kita

    lalu apa fungsi dan peran teori2 yg telah saya sebutkan di atas mengenei masalah tersebut lalu bagaimana cara mengatasinya or mengobatinx……???

    wassalam…………????

    • waalaikumsalam, kalau tentang CINTA atau PERSAHABATAN saya pikir lebih ke EQ, namun itu tidak bisa terlepas dari SQ yaitu keikhlasan kepada Allah, apapun yang diperankan oleh akal belum tentu sesuai dengan takdir, ikhlas apa yang Allah tetapkan itu adalah obatnya, namun banyak dari kita yang memaksa apa yang ada dalam akal harus sesuai dengan kenyataan, jika tidak maka akan ada ronta dalam hati, menyalahkan pihak2 disekitar meskipun tidak terlibat, namun saat kita melihat itu dari kacamata Spiritual Quotion (SQ) maka semuanya akan lebih ringan untuk disyukuri. that’s all…

      • asalamualaikum………………………..
        berarti jka anda brkta demkian apakah hanya dngn EQ,dan SQ ja yg sngt brperan dlm dnia CINTA lalu apakah tidak ada teori lain yg brfngsi lg untuk hal smcam itu seprti AQ ,IQ dengan daya berfikirnx yg sngt dbtuhkn itu trus apakah peran CQ(CREATIVITAS QUONTION)
        tidak dibthkan ..??? padahal creatif untul hasl itu kan sangat berpran mangap[a anda tidak myebutkan itu ………………???

        kemudian jika anda mengatakan itu sudah takdir tuhan sebagai obatnx apakah kita tidak bsa mngbati sendiri dngn brsha semaksimal mungkin kan sudah di jelaskan di berbagai buku yg mengenai itu bahwasanya nasib itu bisa kita ubah dngn berusaha kan……………???
        saya mohon keterangan yg lebih jelas dan lengkap mngenai peran2 hal itu dalam dunia KASIH SAYANG INI…..??
        wassalam…….????

      • (saya tidak paham dengan istilah “DUNIA KASIH SAYANG” yang anda maksud)

        mengenai peran2 yg lain (IQ,AQ,MQ,MaQ,CQ dan “Q” yg lain) semua’a penting, namun kata2 saya pilih adalah “lebih ke…” berarti itu penekanan pada hal yang lebih penting, tidak berarti yang lain tidak penting, hanya persentase kepentingan’a tidak sama, begitu mas.

        mengenai takdir, barangkali ada kekeliruan dalam pemahaman isi buku tentang merubah takdir di kalimat –bahwasanya nasib itu bisa kita ubah dngn berusaha–
        bukan usaha kita yang akan merubah mas, sekali lagi saya tekankan bukan usaha kita, tapi kehendak Allah, tidak berarti kita sudah berusaha lalu Allah berkehendak, karna kehendak Allah tidak bisa diukur dengan ilmu pasti, tidak seperti dunia nyata yg apabila kita melakukan dengan benar maka akan berhasil, bahkan untuk sholat saja yg dilakukan dengan benar belum tentu diterima oleh Allah, dan kita tidak diperkenankan untuk memikirkan itu, tugas kita hanya berusaha dan berharap, bukan menentukan hasil.
        barangkali anda bisa melihat “khizmir”, seekor anjing Ashabul Kahfi kan? tidak sholat kan? bernajis kan? tp Allah ridha kok untuk masuk surga, itu sebabnya ketentuan Allah bukan kuasa kita untuk merubah, dan kita tidak tau dari arah mana ridha Allah itu datang, yg kita tau hanya bocoran’a saja untuk berusaha dan berharap, tp detail’a itu kuasa Allah, bukan program komputer yg apabila kita sudah berusaha maka akan dapat merubah takdir…
        yg ada (jika berusaha maka akan lebih besar kemungkinan berubah takdir’a, tp jika tidak berusaha maka kemungkinan’a akan lebih lebih kecil), hanya kemungkinan tidak kepastian, maka dari itu terima lah takdir dan syukuri apa yg sudah ditakdirkan, insyaAllah tidak akan ada lagi tuntutan dan keluhan untuk merubah takdir, yg ada hanya berusaha dan bersyukur, begitu mas…

  24. askum………………
    aku ingin bertanx kpda anda tentang bagaimana cara or memgukur kecerdasa or ketinggian /cara otak berfikir or kemampuan otak kita berfikir………..dan pa ja yg dapat kita sadari klw kita menggunakan salah satu iq kita…….

    demikian wassalam…………………………

    • waalaikumsalam, kecerdasaran bukan untuk diukur2 mbak, tapi untuk menjalani kehidupan, kalau memang tetap mau ngukur2 untuk kepentingan khusus ya tinggal ikut tes aja mbak, klo mau ukur IQ ya ikut tes IQ, klo mau ukur emosional ya tinggal tes priskologis semacam psikotest dll…

  25. askum…………………….
    tolong berikan jaawaban tentang cara mengukur kerja otak kita

    wasalam………………………

    • waalaikumsalam mas, tinggal ikut tes aja mas/mbak…

      note: tolong cantumkan informasi yg benar mengenai alamat url (web/blog/facebook) anda jika ingin selalu direnspon baik dan tidak dianggap SPAM.

  26. Akang Yth..
    Saya sangat bersyukur menemukan Blog ini.
    Selanjutnya saya mohon uraian Peranan AQ terhadap Kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumberdaya alam
    kasus bahan belajar kegiatan petani ikan.
    Semoga Allah membukakan pintu hati akang menolongi aku. Terimakasih.

  27. Assalamualaikum,
    saya minta bantuannya dalam penjelasan mengenai ESQ, dan bagaimana kita mengembangkan ESQ tersebut,
    saya tunggu balasannya,
    Terimakasih :)

  28. Assalamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh,
    Mohon diperkenankan saya mengcopy paste atau mengambil semua atau sebagian isi dari Blog Akang eronces,
    terimakasih,,,
    Jazzakallohu khairan….

  29. Saya seorang karyawan dan mengalami kecelakaan kerja ditempat dimana saya bekerja dan setelah beberapa hari kemudian saya masuk kerja kerja walau masih dalam posisi masih sakit ternyata ada hal yang terjadi sy dipanggil HRD dan sy diberi sanksi sp3 ,demosi,mutasi indikasi dengan kecelakaan kerja yg sy alami perusahaan mengalami kerugian yg dinilai dari nilai alat yang telah rusak. Pertanyaan saya apakah kecelakaan kerja dihubungkan yg terjadi dapat dihubungkan dengan IQ dianggap kerja sdh berpengalaman lama sama bos,dan sikap saya sebagai korban bgmn ditrima sanksinya , tp dgn konsekwensi sy jatuh harga diri sy yg mana sy pimpinan yg biasa memberi motivator didemosi menjadi staff atau sy minta dikeluarkan dari tempat kerja karena menurut HRD pun sangat fatal dan penalaran mereka sy senior tdk pantas menjadi contoh dgn kejadian tersebut. sy harus bagaimana padahal di setiap pekerjaan sy loyal dan tdk pamrih dan tdk perlu pujian yg penting bisa bimbing moral staff dan etitut baik ,sy butuh jawaban yg pasti secepatnya sy terima sansi tetap bekerja dgn segala kerendahan harga diri dari pimpinan menjadi staff atau sy usul dikeluarkan saja lebih terhormat ,tetapi perusahaan ada rasa keberatan kalau sy keluar karena jwb perusahaan msh butuh sy jadi sy harus bagaimana bapak trima kasih mohon diemailkan segera sehingga cepat mendapat solusinya yg terbaik amin trima kasih

  30. budi .S Says:

    Mas saya punya kekurangan tdk pintar bicara dan berargumentasi hanya datar datar saja apa ada hub dgn IQ yg kurang cerdas atau kebiasaan karena kelemahan sy ada rasa tdk PD dan ada Rasa takut salah ini selalu terbentuk di otak saya dan tdk punya keberanian tidak punya yalihlah boleh dikatakan begitu. Dan setiap sy akan bertindak berbicara sdh takut salah dan selalu kalau akan bicara bingung mengawalinya jadi dalam berbicara org menjadi kurang jelas tp sebetulnya apa yg akan sy sampaikan sangat besar manfaatnya dari sini sy juga merasa minder mohon jawaban solusi utk IQ,EQ Dan AQ nya supaya sy bisa memperbaiki dgn baik dalam berorganisasi dll nya

  31. boleh tau referensi-nya gak tentang artikel inii..?

  32. Hello my loved one! I want to say that this article is amazing,
    great written and come with approximately all vital infos.
    I would like to look more posts like this .

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.