HotSpot

Sejauh ini banyak gedung kantor pemerintah baik di tingkat pusat atau di daerah yang memakai teknologi hotspot. Melalui hotspot bisa menghubungkan berbagai perangkat teknologi (komputer, laptop, server, printer, telepon selular, dsb) tanpa melalui kabel. Hotspot adalah istilah yang berkonotasi dengan area yang terjangkau oleh layanan telekomunikasi secara nirkabel/ tanpa kabel (wireless). Istilah hotspot biasanya juga dikaitkan dengan jaringan nirkabel khusus yaitu Wireless Fidelity (WiFi).

Teknologi tanpa kabel ini memakai frekuensi 2,4 GHz dimana, frekwensi di Indonesia tidak memerlukan Biaya Hak Penggunaan alias gratis. Meski begitu pemakaian frekuensi 2,4 Ghz ini tidak diperbolehkan untuk kepentingan komersial. Frekuensi ini hanya dapat dipakai untuk jaringan privat perusahaan/ organisasi/ perusahaan dan jaringan publik untuk kepentingan non komersial seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Hal ini sesuai Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. 2/2005 tentang Pembebasan Frekuensi 2,4 Ghz.

Lebih spesifik teknologi hotspot mendatangkan beberapa manfaat bagi dunia pemerintah, antara lain:

* Kemudahan mengakses (mobilitas). Dalam jangkauan tertentu, pemakai bisa mengakses ke dalam jaringan kantor dimanapun ia berada, meskipun dari luar kantor sekalipun. Bahkan apabila ada kantor instansi pemerintah yang menggunakan hotspot dan mampu menjangkau perumahan disekitarnya, maka sangat dimungkinkan kalau para pegawai pemerintah bisa terus bekerja walaupun dari rumah. Ini berarti produktifitas pegawai bisa “terkontrol” dan terus meningkat.

* Kemudahan dan harga setup (pemasangan). Jika dibandingkan dengan jaringan kabel, teknologi hotspot lebih mudah dalam hal pemasangannya karena tidak perlu memasang kabel-kabel yang lebih rumit. Dalam sudut pandang kerapian, hotspot tidak menimbulkan kesemrawutan karena tidak membutuhkan uluran kabel. Selain itu dari segi harga pemasangan (biaya perancangan, instalasi, dan pemeliharaan kabel) teknologi hotspot/ jaringan nirkabel lebih murah jika dibandingkan pemasangan jaringan kabel.

* Jangkauan. Dari segi jangkauan, teknologi hotspot lebih mudah untuk menambah client (komputer/ perangkat TI lain yang menerima) jika dibandingkan teknologi jaringan kabel.

* Layanan internet. Apabila tersambung dengan internet, hotspot bisa menjadi pusat akses internet tanpa mesti harus tersambung melalui kabel.

Selanjutnya, ada beberapa hardware yang dibutuhkan untuk membangun hotspot atau jaringan WiFi. Sedangkan untuk piranti lunak (software) biasanya sudah menjadi kesatuan dengan hardware. Beberapa hardware tersebut diantaranya:

1. Router, Hardware yang berfungsi sebagai penghubung dalam jaringan. Router juga bisa berfungsi sebagai penghubung dengan internet seperti modem biasa.

2. Switch, Bila ingin membuat beberapa subjaringan (karena banyaknya jumlah client/ komputer/ hardware penerima lain) dari jaringan nirkabel, diperlukan switch; satu switch untuk satu subjaringan. Dalam fungsi yang sama switch juga bisa.

3. Repeater, yang berguna untuk memperluas jangkauan hotspot.

4. Antena,untuk menghubungkan jaringan nirkabel dengan jaringan nirkabel lainnya.

5. Wireless Client, hardware yang dipasang di komputer, laptop dsb, agar bisa mengakses jaringan nirkabel. Bentuknya bisa berupa: PCMCIA/ PC Card atau USB.

Selanjutnya, jaringan nirkabel melalui hotspot juga perlu dilindungi dari akses yang tidak diinginkan. Akses yang tidak diinginkan tidak terbatas pada cracking terhadap data organisasi, melainkan juga pada akses pengguna yang sekedar menumpang pada jaringan. Sampai saat ini, teknologi (protokol) yang bisa melindungi keamanan jaringan nirkabel adalah WEP (Wireless Encryption Protocol). Mengenai teknologi security di jaringan nirkabel akan dibahas kemudian.

Sejauh ini telah banyak kantor pemerintah yang menerapkan jaringan nirkabel dan internet melalui hotspot. Selain untuk membuat akses jaringan internal di dalam kantor, hotspot yang sudah tersambung dengan internet tersebut juga ke masyarakat. Biasanya layanan hotspot ini bisa diakses di sekitar gedung pemerintahan.

Jaringan nirkabel adalah masa depan (wireless network is the future). Mengingat manfaatnya jauh lebih besar, sudah selayaknya kalangan pemerintah di seluruh Indonesia mempertimbangkan pemakaian jaringan nirkabel.

 

Halaman Utama

2 Tanggapan to “HotSpot”

  1. bagus banget bang artikelnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s