Dimensi Cinta Telah Berlalu #2

…”Obat Sakit Hati adalah Dengan Jatuh Cinta Lagi”…, kalimat itulah yang aku utarakan kepadanya saat ia menghakimi, kalimat itu keluar secara spontanitas melalui alam bawah sadarku, secara aku ingin ia tidak membawa ku dalam dimensinya, aku tidak mau berdosa atas apa yang tidak aku perbuat, memang aku menceritakan sedang berusaha mencintai gadis SMU itu, agar dia tidak perlu merasa bersalah dan terus menghantuiku dengan batinnya.

mulai saat itu, keadaan mulai normal kembali, dia dengan dimensinya dan aku dengan dimensiku, meskipun gadis SMU itu hanya hayalanku saja.

tidak mudah melupakannya, tapi aku yakin dengan-NYA bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk ku, memang benar….! ketika aku memposisikan diri sebagai teman hidupnya, tentunya aku akan sangat merasa sakit ketika ia mengenang masa lalunya dengan pria lain, dan disitu aku bersyukur karena ia bukan untuk ku.

aku mulai mencari kesibukan, berdiri didepan pelajar bangku kuliahan tidaklah cukup untuk ku, karena disana dipenuhi dengan kisah-kisah cinta yang menurut aku itu “BULSHIT”, aku mulai mencari kesibukan lain dengan menggeluti dunia usaha kecil-kecilan, karena aku belum begitu berpengalaman dibidang itu, aku didampingi oleh dua teman, usaha itu terus aku jalani, sepintas itu berhasil membuatku sangat sibuk, pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari bidang usaha lain, karena menurut aku, usaha itu tidak baik untuk masa depan anak-anak didik, disatu waktu aku mendidik tapi diwaktu lain aku melalaikan mereka dengan hal-hal baru, itu sangat bertentangan denganku.

aku mulai merintis usaha baru bidang teknologi, berusaha memberikan hal-hal positif bidang teknologi kepada masayarakat, disaat itu pikiran ku mulai tenang, dan kini apapun yang terjadi dimasa lalu itu bukanlah aku, aku kini adalah pemuda baru yang optimis dengan masa depan, selama masa itu aku tidak terlalu suka melihat wanita, beberapa wanita yang dekat dengan ku selalu menerima hal-hal buruk, kecuali seseorang tetap bertahan (Take Me Out-Indosiar Mode:ON), sebut saja ary (nama samaran), aku menghormati dia karna prinsip hidup dan sikapnya, tidak seperti yang lain, waktu itu sedang populer lagu dari “the changchuter-Racun Dunia” dan kata itu sangat tepat untuk mewakili mereka kecuali ary. Perlahan semuanya menjauh, dan aku menjadi lebih tenang tanpa waria eh wanita,hiks…

AKU TIDAK SIAP DENGAN KEHADIRAN WANITA DALAM HIDUP KU, karena “MEMILIH UNTUK MENCINTAI WANITA ADALAH MENGGALI LOBANG MASALAH” saat itu kalimat ini sangat indah untuk dimaknai lebih mendalam, sampai ary ingin mengisi dimensiku dalam dirinya, aku berusaha untuk tidak jatuh cinta lagi, TERHARU…., kalimat yang tepat untuk ary pada saat itu.

Aku mulai membuka hatiku untuknya, tapi itu hanya sebatas teman atau sahabat jika diinginkan, seolah aku ingin mengatakan bahwa tipe wanita yang aku idamkan adalah berada disekitarnya, aku “mengidamkan dirinya ary…!” sejenak paras ary memerah dan matanya mulai berkaca-kaca, aku memahami kondisi itu, tak terasa waktu berjalan sangat cepat, bahkan sangat terasa cepat karena aku terlalu sibuk untuk hal-hal konyol seperti ini, aku mulai tersentak sadar, aku mengharapkan tapi aku diharapkan, kedua tokoh itu adalah wanita yang berbeda tapi sama, aku mulai berpikir ulang, kenapa aku tidak berusaha untuk mencintai orang yang telah mengharapkan ku, bahkan berlebih…

aku mulai menjalani kondisi itu, perlahan perusahaan ku mulai goyang, pikiranku bercabang, dalam hati seolah ada teriakan yang cukup keras “…SUDAH KU KATAKAN, WANITA HANYA AKAN MERACUNI PIKIRANMU…” kalimat itu sering meracuni pikiranku tiap kali aku menemukan ketidakcocokan dengan diri ary, tapi….,justru dengan kekuatan cintanya membuatku bertahan, aku mulai memasuki dunianya, keluarganya dan semua kehidupannya, aku seolah terpanggil menjadi HERO untuk kehidupannya, sampai saatnya aku lelah, aku terlalu sering menjadi air untuk api panas yang tercipta dari ketidakmatangan ia berpikir. aku menjadi lilin untuk menerangi kehidupannya meski aku terbakar, banyak perubahan yang terjadi, janji-janji yang pernah terucap seolah tidak pernah ada, janji untuk tidak mengacaukan pikiranku dengan hal-hal yang sudah bosan aku jalani dulu dalam dimensi sebelumnya. kini terulang…,huff aku salah melangkah…, lagi-lagi wanita…

dalam benakku memang ada sosok peri idaman, dan aku yakin semuanya dapat aku lalui dengannya, tapi sayang, ia terlalu perfect untuk ku (aahhh….lupakan saja itu).

Gan…!

dimensi-dimensi itu biarlah berjalan pada porosnya, jangan paksakan dimensi ini harus pada jalur ini atau jalur itu, jalani saja yang tidak memberatkan dihatimu, ragu-ragu mundur gan…(tentara vietnam mode:ON), fokus aja ke hal-hal positif yang agan-agan anggap benar, agan sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidup.

3 Tanggapan to “Dimensi Cinta Telah Berlalu #2”

  1. diktriesna Says:

    Very Like This..Nice Writing

  2. paraaaah loe…, mulai dari hacking software sampe wanita loe hack, bener-bener parah loe…., ajarin gw donk nge-hack wanita…:P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s