Naskah Cerita yang Terabaikan #2

wanita adalah mahkluk yang kompleks, ku sadari komitmen dalam diri ini bahwa naskah lama itu harus tetap berada pada tempatnya yang tidak ditemui oleh siapapun kecuali aku dan sutradara, ku sadari itu…,

tapi ntah apa yang terjadi, seolah komitmen itu tidak pernah ada ketika pemeran tokoh dalam naskah lama itu mulai memasuki pikiranku kembali, mungkin aku tidak sanggup lagi menyimpannya, atau karena alasan wanita makhluk kompleks.

dan akhirnya setelah masuk dalam pikiranku, ia menemukan naskah itu dan mulai membacanya.

sesal…!

naskah itu akhirnya ditemukan oleh semua tokohnya, seharusnya ini tidak terjadi., memang naskah baru sudah akan berakhir, karena tokoh-tokoh dalam cerita itu tidak mampu memerankan jiwa yang ada pada peran masing-masing, mereka mulai menyusun naskah-naskah lain yang sesuai dengan talentanya, aku menyadari, walaupun ingin sekali memerankan tokoh yang ada pada naskah lama, tapi ini gila, kenapa aku harus meminta kepada sutradara agar aku dapat kembali meneruskan naskah yang terlupakan itu, sedangkan tokoh-tokoh dalam cerita itu tidak mungkin memerankan perannya, meski tinggal dua tokoh tapi peran-peran mereka dalam naskah baru sangat mempengaruhi karakteristik yang akan muncul, beberapa tokoh sangat menjiwai peran mereka dalam naskah baru, mungkin karena kelembutan jiwa meraka, dan itu menjadi alasan klasik untuk tidak memerankan tokoh dalam naskah lama, memang seharusnya naskah lama harus tetap tersimpan rapi meski naskah baru telah usai, tapi karena mereka telah membaca keseluruhan isi naskah lama, dan mereka sudah mengetahui tokoh apa yang akan diperankan masing-masing, itu berarti naskah lama tidak perlu lagi disimpan, dan juga tidak perlu dilanjutkan.

percayalah…, aku tidak sendiri disini.

4 Tanggapan to “Naskah Cerita yang Terabaikan #2”

  1. benteng pertahanan n keamanan@ kurang kali …mudah banget dimasuki ..ckckckkc

  2. bukaaaannn eeeee , kmren ndak sempat😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s