Putri

ku sesali apa yang kau tahu
seharusnya ini tak terjadi padaku
gemuruh petir dimalam itu menggelapkan
hingga sesal kini kurasakan

kita tak mungkin bersama
dalam masa cepat maupun lama
kau tahu isi hati ini
walau ku tak tahu yang kau yakini

canda gurau ternyata tidak merubah
sehingga kini aku terbaring rebah
sangka ku itu menjadikan lebih baik
ternyata itu sementara dan pelik

sehingga aku merasakan itu lebih dalam
tidak seperti yang kurasakan dulu malam
sebaiknya semua ini kita sudahi
serahkan kepada yang ilahi

pertanyaan itu mungkin ada
namun cukup disimpan dalam dada
ku hanya ingin menghibur mu putri
namun ini membuatku tertusuk duri

semakin lama kian dalam
semakin lama kian terpendam
aku hanya manusia biasa
yang tetap memiliki rasa

dengan puisi ini kunyatakan usai
cukuplah aku menjadi perisai
selesai…..

16 Tanggapan to “Putri”

  1. diktriesna Says:

    ……………………………………..

    • comment’a kok titik2 doank, bingung ya…?
      itu jenis puisi bersajak Aa-Bb.
      Baris-barisnya memiliki Ketertiban dan keteraturan bunyi yang memperindah sajak ini Dengan demikian sebagian perangkat puisi sudah dimaksimalkan.
      udah mengerti…? besok ujian…!!!

  2. muharman zebua Says:

    eeemmmm,,,….!!

    tambah lagi bang dibawahnya biar lebih mantrap..

    “jika ada 1000 orang yang menyukaimu..salah satunya adalah aku…”
    “jika ada 10 orang yang menyukaimu ..diantara mereka adalah aku..”
    “dan jika 1 orang yang mencintaimu itu adalah aku…””

    • dan jika tidak ada orang yang mencintai mu, maka kasian deh loe….,hiks..huhuhu…hihihii….hohoho
      peace…..!!!

      • iiiihh zebuuu, puitis banget zebu…ckckc, top lah zebu…keyeeennn ^_^

        si bg iwan ini lah, katanya ngerti sastra…tuh titik titik punya makna yang dalaaaammmmm bangeettttt, sedalam lautan, sedalam hati memaknai , dan terlalu indah untuk diakhiri ( wuahahahahahhahaha )

      • owh…owh…owh…
        “owh” 3 x itu juga punya makna lho…😀
        (ingat truuuuuuuuus klo giliran ketawain kita)

  3. diktriesna Says:

    setau ai yang ada arti owh 33x hahaha,,,
    jelaslahhh, harus diingat hal hal seperti itu, buat jaga jaga, wakakak

  4. Wah…kayak’a seru nie….ikutan gabung dunkkkk……

    oea lp, bgs puisi’a b’iwan? tuk siapa tuh? ^_^

    • Alhamdulillah klo bagus,hiks
      bukan untuk siapapun tia, lg ikot kontes puisi aja, maka’a komen yg benyak biar b iwan menang ya…,ntar kita makan2 (klo hadiah’a mencukupi untuk dikeluarkan zakat)hoho

    • diktriesna Says:

      gabung kemana tia?? , oowh gabung aja tuh , duet nulis puisinya ma bang iwan buat puisi baru ”PUTRA DAN PUTRI” isinya gini…
      “Kami Putra putri indonesia , …………”
      “Kami Putra Putri Aceh , ……. ”
      Pasti keren….teslah

      • guBRAAKKK…..!!!
        kayak begitu keren…? rendah sekali lah selera bahasa’a…,hahahah kapok kan…!?!?!

      • diktriesna Says:

        eeeehhh….secara tidak langsung merendahkan pencipta sumpah pemuda tuh, tuh kata2 awal sumpah pemuda…ooooooooooooo
        memanglah tidak mengerti sastra, daripada bahasa ribet maksud ga nyampe, mending mana, hayoo

      • dalam ajaran agama ndak boleh bersumpah pada hal-hal yang dunia dan bisa diselesaikan dengan cara tidak sumpah, ngapain pun pake sumpah2, yg penting semua pemuda jujur…uuuudah deh…g perlu sumpah2 pemuda segala….,hiks

      • diktriesna Says:

        ciaaaaaaattttttttttt…jurus andalan…suka suka saya yang comment…

  5. hahaha…selaaaluuuu….
    klo udah mati langkah pke jurus suka2….
    sungguh2 komen yang tak sesuai dengan isi tulisan, bohong kata’a “buah jatuh tak jauh dari pohon’a…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s