Skenario Kehidupan

Cicak kecil mungil itu tak henti-hentinya menatap parasku dari arah dinding kamar tempatku menulis tulisan ini, tatapan penuh makna seolah menembus dimensiku dengannya, memang aku tidak mengerti betul apa yang ingin dikatakannya, tapi aku mengerti makna tatapannya, disaat aku sedang terjebak ditengah-tengah perilaku kompleks(dibaca:wanita). disaat aku terdampar sunyi dalam gelap, semuanya akan berlalu baik, begitu yang “ingin” aku pikirkan. ku palingkan lagi wajahku kearah dinding itu, dan dia masih menatapku, ingin kutanya “cak, ada apa?” tp ini gila kalau aku harus berbicara pada seekor cicak, dalam tatapanku aku melihat dia sedang melirik-lirik kearah binatang kecil yang sedang asyik bermain cahaya disekitar lampu kamarku, sungguh tragis, makanannya terbang sedangkan ia tidak, bagaimana ia bisa mendapatkan makanan sedangkan makanannya dapat terbang cepat ketika dihampiri, aku belajar banyak dari seekor binatang kecil bahkan najis ini,
dia tak pernah merasa stress apalagi depresi lalu bunuh diri karena harapannya itu secara logika tidak akan bisa dia dapatkan, dia juga tidak pernah meminta agar ia diberikan sayap untuk terbang (mirip naga kecil gtu ya kalo cicak ada sayap’a,hiks).

ini hanyalah skenario kehidupan, “kenapa begini dan kenapa begitu” adalah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan anak-anak pada usia dini, cicak tak pernah mengeluh makanannya bisa terbang (belum pernah kan liat cicak bunuh diri?), semua ini hanya skenario dan akan ada akhir cerita, mengapa kita tidak begitu yakin dengan sutradara yang telah menyusun baik skenario untuk kita. kenapa dipertemukan? karena memang akan ada hikmahnya, kenapa diberikan perasaan? karena agar ada pelajaran yang bisa dipetik. tidak ada yang kebetulan, kebetulan memiliki jalan pikiran yang sama, kebetulan menyukai hal yang sama, kebetulan bertemu ditempat yang sama, kebetulan memilih tanggal yang sama, kebetulan…kebetulan….dan kebetulan lainnya itu jangan diherankan, ALLAH sebagai sutradara sudah lebih awal memikirkan jalan cerita yang akan kita perankan, so…bagaimana jika kita punya jalan cerita yang ingin kita lakoni? hmmm, “tidak semua yang baik itu benar” artinya apapun yang kita rencanakan dan menurut kita itu baik tapi belum tentu menurut Allah itu benar. memang sesekali datang pilu menghampiri, karena kita manusia, setan terus berusaha memilukan hati kita disaat yang sangat tepat, saya tidak menjadi seperti ini karena Allah maunya saya seperti itu, gampang toh logikanya, kenapa harus stress?

Kadang kita terlalu ingin apa yang kita inginkan, bahkan kita tidak pernah tau apakah itu akan menjadi baik kelak nanti, terlalu bergesa-gesa menemukan yang ingin kita ketahui padahal jika jawaban itu datangnya nanti (bukan sekarang) maka akan menjadi sangat berarti.
cicak yang tadi masih kelaparan tetap menunggu santapan berikutnya, biarkan dulu cicak itu menunggu, sabar dalam waktu yang telah ditentukan. Kali ini anda akan pergi jauh kesuatu tempat, bus mini jalur antar kota menjadi pilihan anda, karena anda akan sedikit lebih hemat jika pergi menggunakan jasa itu, didalam bus anda merasa sangat berdesak-desakan, walaupun anda masih punya tempat untuk sedikit menggoyang-goyangkan kaki anda jika merasa lelah, tanpa anda sadari dompet yang anda kantongi ternyata terjatuh, seorang bapak tua disebelah anda melihatnya lalu memberitahu bahwa dompet anda sudah terjatuh, apa yang akan anda lakukan? (tentunya akan berterimakasih) kepada bapak tua itu, itu yang pertama. Namun bagaimana jika skenario itu kita rubah sedikit, bapak tua itu tidak langsung mengembalikannya, dia mengambil lalu melihat identitas anda, dan dia sendiri yang mengembalikannya kepada anda, apa yang akan anda lakukan? (sama dengan jawaban awal, berterimakasih) namun terimakasih yang kedua akan lebih besar daripada yang pertama karena anda sudah kehilangan dompet anda dan sudah pernah berada ditangan orang lain, kemudian skenario yang ketiga, bapak tua itu tidak tahu bahwa anda pemiliknya, beliau tak dapat membaca identitas anda, dompet itu diambil dan didiamkan, ketika akan sampai ke terminal dan hendak turun, dompet itu diberikan kepada sopir bus dan langsung diumumkan, dengan dompet masih ditangan pak tua itu, ketika itu anda sedang kebingungan setelah menyadari dompet anda terjatuh, apa yang akan anda lakukan? (masih sama, berterimakasih) namun terimakasih kali ini jauh lebih besar dari terimakasih yang kedua, selanjutnya skenario yang keempat, bapak tua itu lupa bahwa telah menemukan dompet anda, sesampainya dirumah baru menyadari bahwa tadi menemukan dompet milik orang lain, dan saat ini anda sedang panik, membongkar seluruh isi tas anda sesampai ditempat tujuan, bahkan sudah memasang iklan radio tentang kehilangan ini, menghabiskan banyak uang untuk menyebarkan selebaran pengumuman, sudah satu minggu tidak ada yang menghubungi, anda mulai putus asa dengan kartu identitas, sejumlah uang, kartu kredit, dan beberapa kartu bank, seolah ingin merelakan itu semua, walaupun sangat berat. keesokan harinya…, kriiiing…..!!! telpon anda berbunyi, terdengar suara mungil menyapa anda, dikatakannya bahwa kakeknya telah menemukan dompet anda tapi karena sudah tua beliau bingung harus bagaimana, mereka membuat janji untuk bertemu di terminal tempat mereka berpisah, kakek beserta cucunya pun pergi menemui anda, kemudian mengembalikan dompet itu dalam keadaan utuh, apa yang akan anda lakukan? masih sama kah rasa terimakasih anda dengan ketiga skenario di atas? tentunya anda akan sujud syukur kepada Allah dan ingin sekali menawarkan bantuan, bahkan apapun yang diminta oleh kakek tua itu.

begitu lah skenario kehidupan, ada waktu khusus untuk memerankan cerita kita yang sudah dituliskan, beda waktunya maka beda pula pelajaran dan rasa syukur yang kita rasakan. tidak perlu kecewa, tidak perlu bersedih, tidak perlu gelisah apa lagi putus asa lalu bunuh diri (walaupun mengharap ada yang mencegah anda nanti,hiks…hiks….ada niat bunuh diri ndak sih…,ckckck)

cicak pun kini pergi setelah lama menunggu tidak ada serangga yang menghampiri, dia berpikir barangkali bukan disini tempatnya menunggu makanan, masih ada satu lampu lain yang lebih terang dikamar dapur, cicak tidak pernah stress….!!!!

9 Tanggapan to “Skenario Kehidupan”

  1. dik triesna Says:

    “Apa yang baik dimata Allah belum tentu baik dimata hambanYA, apa yang baik dimata hambaNya, belum tentu baik pula dimata Allah” , skenario, peran atau perlengkapan syuting lainnya ( obsesi artis wakakak ) menjadi saksi kehidupan, ataupun saksi munculnya satu hikmah dalam hidup.
    Maka nikmatilah, karena semua akan berlalu dengan indah ….

  2. dik triesna Says:

    saya lebih salut dengan cicak@,,ide artikel ini juga muncul gara2 cicak khan, untung ada cicak yang liatin , ( ahahahahahha)

    • 5 penyebab CICAK jatuh:
      • Terkilir 4%
      • Ngelamun 5%
      • Lupa pegangan 6%
      • Lelah (coz i’m weary ;))) 10%
      • Sisanya 75% karena Liatin kamu.
      Cieeeee…yang ditaksir cicak…. Suit…. Suuuiiiiit….. hahahah

      • dik triesna Says:

        wahahahaha….ndak papa sesama makhluk hidup harus saling menyayangi..mudah2n tuh cicak ntr malam mampir ke kamar gue..hahaha

      • sombOOONg…mentang2 lagi kasmaran ma cicak..
        agak jauh ya perjalanan sang cicak, mudah2an ndak sesat dia pulang’a…

  3. bagus banget. kisahnya natural..
    semuanya akan bernilai dgn pengorbanan.

    besarnya terimaksih sebanding dgn besarnya pengorbanan si kakek untuk mengembalikan dompet. besarnya kebahagiaan saat menemukan dompet sebanding dengan besarnya pengorbanan saat mencari dompet.

    pengantar cerita, cicaknya keren.
    akang eronces.., sy minta izin mau copy ke FB.

    • baik, silahkan dicopas, it’s free n always will be…
      hahah, cicak pun keren, kapan lg cicak jadi artis…
      anda orang kedua berarti yang sedang menaksir cicak…,hehe

  4. gw jg lagi kena musibah nih.dompet gw hilang,tapi gw sabar n nyerahin semuanya sm Allah SWT…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s