Menjadi Sahabat

Ibu…! ibu….! lihatlah apa yang ada didalam jeruji besi itu, lucu sekali bukan…?

Dengan penuh senyuman yang tergambar dari mata sang ibu menatap wajah halim, sembari ibu menjawab…”itu singa nak….!!!” dan masih banyak lagi binatang-binatang lucu lain yang ada di kebun binatang ini, mereka dirawat, meraka diperhatikan, mereka dimanjakan dengan perilaku orang-orang disekitarnya, dengan penuh tanya halim membahasakan paras wajah yang mengherankan, lalu bertanya: bukankah singa itu binatang buas bu..? apakah ia akan memakan kita?, suara polos sang anak seketika membuat selera humor ibu meningkat, tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan halim yang begitu lugu cara ia membahasakannya, masih dengan suara tawa ibu menjawab “tidak nak…!” mereka sudah bukan lagi binatang buas, mereka sahabat kita, namanya leo nak…!

Halim mulai memberanikan diri mendekati leo, dalam angan-angan halim dan anak seumurnya adalah singa itu sangat lucu dan baik hati, ia juga sahabat bermain mereka, halim ingin sekali menjadi leo sang singa, selalu diperhatikan, mendapatkan tempat khusus dihati pengunjung, sungguh beruntung menjadi leo, tidak perlu bersusah payah mencari makanan ditengah hutan, jika telah sampai waktu makan maka petugas akan segera menyajikan makanan lezat kepadanya, berbeda dengan singa yang lepas ditengah hutan lebat yang penuh rintangan demi hanya untuk mendapatkan daging segar seekor kelinci betina, mengejar-ngejar dan sesekali melompat untuk menghindari ranting pohon yang akan membuatnya terluka.

Ingin sekali manjadi sahabat halim seperti leo, bersahabat dengan manusia yang akan memanjakannya, memberinya perhatian tanpa harus diminta, menyuguhkan daging segar kelinci betina tanpa harus dikejar, besar sekali harapan singa liar itu untuk menjadi sosok sahabat seperti sang singa di kebun binatang itu, bersahabat dengan halim, dan tentunya akan memberikan hal terbaik yang pernah terbayang olehnya, karena ia tahu bahwa leo yang beruntung itu tidak memposisikan diri sebagai singa yang dipentingkan, ia tidak sadar sedang dimanjakan, tidak sadar dengan apa yang ia dapatkan, bahkan bertingkah sombong saat diberikan daging segar kelinci betina, tidak mau menyantapnya karena tidak disuguhkan beserta air, tidak sadar bahwa begitu banyak singa yang ingin menyantap daging segar itu, diluar sana mereka menggunakan cakarnya sebagai senjata demi itu.

Namun pada dasarnya ia dan leo bersahabat, sama-sama memiliki cakar yang runcing, bedanya leo tidak perlu menggunakan cakarnya untuk berburu kelinci, seandainya ia menjadi seperti sahabatnya itu sungguh besar sekali nikmat yang diterimanya, besar sekali rasa syukur yang akan ia gambarkan dengan kepatuhan-kepatuhan dan hal-hal yang membuat kedamaian, tapi sayang….., ia bukan leo sang sahabat yang baik garis hidupnya. Ingin sekali menjadi sahabat….!!!

2 Tanggapan to “Menjadi Sahabat”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Aceh Blogger, Irwansyah Putra. Irwansyah Putra said: Menjadi Sahabat http://wp.me/p8J74-5E […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s