Kabut Hitam Menutupi Mentari Terbenam

Mentari cahaya ciptaan ilahi memiliki hal unik tersendiri setiap hari terbit dan terbenam, dimana terbitnya itu selalu dinanti dan benamnya selalu ingin disaksikan, ketika ia memancarkan kecerahan cahayanya selalu menjadi keberkahan bagi manusia, sehingga hawa panas yang ditimbulkan pun terasa tidak menyengat, terlalu luas jika kita melihat panasnya sinar tanpa melirik manfaat yang diberikan, persempit lagi ruang pemahaman kita agar dapat memahami dengan lebih rinci, jangan memandang dengan jangkauan yang begitu luas, karena kita tidak akan dapat melihat secara detail apa saja yang diberkahi dalam luasnya area yang kita pandang, jangan persempit pemikiran karna luasnya hayalan yang ingin anda capai, lakukan hal yang detail untuk sesuatu yang membutuhkan pemahaman besar.
Kabut hitam, tentu yang terbayangkan adalah ketakutan, ancaman dan sesuatu yang mengerikan, mengapa tidak melihat siapa yang harus bertugas mengumpulkan air di langit sehingga membuatnya tidak indah dipandang, air yang diturunkan adalah untuk manusia, akibat banyaknya air yang mereka kumpulkan membuatnya berubah warna, manusia lebih suka melihat warnanya tanpa melihat apa yang dilakukannya.
sebuah status ku tulisankan di akun facebook ku, banyak hal yang ingin kuceritakan dalam status ku itu, tentang mereka yang selalu menutup diri untuk menerima kebaikan, mereka yang terus-menerus mengeluhkan kebaikan, tidak mengerti bahwa kebaikan itu akan datang untuk mereka yang “tidak mengeluh”, sedangkan mereka terus mengeluh agar didatangkan kebaikan dalam dirinya, seperti ayam yang terus mengeluhkan makanan yang diberikan, tidak henti-hentinya mematuk ayam kecil yang sedang menyantap makanan seolah tidak menginginkan makanannya disantap olehnya, sehingga tanpa disadarinya bahwa makanan itu telah habis meski ayam kecil itu harus merasakan sakit dipatuk, namun apa yang didapatkan oleh ayam pengeluh itu, hanya lapar dan mematuk, tidak berguna, ayam tidak mengerti nilai positif jika ingin berdamai dan sama-sama menyantap makanan itu barangkali walaupun tidak mengenyangkan, paling tidak sudah cukup untuk menunda rasa laparnya.
berpikiran positif lah kepada setiap orang, meski itu orang yang akan menjahatimu, tidak ada yang dapat memastikan kejahatannya itu benar-benar terjadi, namun tetap berhati-hati tanpa harus protek diri.
jika ingin melihat suasana sunset indah di lelautan biru yang luas, jangan hiraukan apapun yang menutupi keindahannya, pastikan pandangan tetap pada matahari yang terbenam itu, maka kamu akan melihatnya begitu indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s