Kendaraan ke Surga

Sebuah pemandangan yang begitu indah ku tangkap siang itu, ketika aku berada pada satu mesjid untuk menunaikan shalat khusus itu, shalat yang ditunaikan berbeda dengan hari biasanya, yaitu shalat jumat, dari arah tempat parkir “aku terdiam…”, menikmati pemandangan yang menyejukkan hati itu, bagaimana tidak? aku melihat sebuah kendaraan ke surga sedang parkir di bawah tangga mesjid, banyak ilmu sekaligus tamparan keras yang aku rasakan, melihat kendaraan itu mampu mengantarkan seorang bapak tua ke sebuah mesjid, kendaraan yang terbuat dari kayu berukuran sekitar 80cm x 40cm, cukup untuk satu tempat duduk, kendaraan itu difungsikan dengan cara di dorong menggunakan 2 (dua) tongkat kecil, di dorong secara bersamaan dari arah depan ke belakang, atau dari arah belakang ke depan jika ingin mundur, sungguh membuat merinding sekujur tubuh ku, aku terharu.

Tidak hanya itu, pemandangan indah itu juga menampar ku begitu keras, aku yang selama ini begitu manja, tidak ingin panas mentari membakar kulitku, aku terlalu berhasrat untuk memiliki mobil, sebenarnya bukan untuk ku, tapi untuk istriku kelak, namun saat ini aku masih sendiri, belum terlalu membutuhkan kendaraan itu, begitu juga dengan kebanyakan orang, harus ada ini dan itu baru akan memulai sesuatu, ku lihat mobil-mobil mewah parkir di depan mesjid, tak sedikit juga mobil-mobil yang lebih mewah lagi masih berkeliaran di jalan-jalan sementara waktu shalat jumat akan segera di mulai, mereka yang terlalu sibuk dengan urusan-urusan dunianya seakan tidak melihat rezeki yang telah di berikan, mereka melaju begitu cepat di jalan yang ter-aspal rapi, cukup hanya menggoyang-goyangkan kaki dan sedikit mengendalikan tangan, kendaraan itu melaju begitu cepat sehingga sulit untuk melihat ke kanan dan ke kiri, apakah disana ada yang membutuhkannya atau bahkan disana Allah sedang memanggil mereka, hampir tidak dapat melihat.

Aku kembali memperhatikan kendaraan ke surga itu, tidak lagi dari kejauhan, aku perlahan mendekati mobil kecil itu, hobi ku potrat potret pemandangan indah seolah kembali menjiwai, aku arahkan handphone ku untuk mengambil beberapa gambar, aku berniat membagikan pelajaran yang aku dapatkan ini kepada teman-temanku, setelah mengambil beberapa gambar, aku pun berwudhu, selesai berwudhu mataku masih memandang ke arah mobil itu, selesai salam dari shalat sunnah aku pun kembali melihat ke arah luar, hujan pun turun semakin lama semakin menderas, mobil itu tidak beratap sehingga akan membuat tempat duduknya terbasah, tapi apa yang terjadi? seorang yang akan naik khatib baru sampai ke mesjid, dalam rintikan hujan itu beliau mengambil mobil itu dan menaikkannya ke tangga, saat itu tak tertahankan mataku berkaca-kaca melihatnya, tidak ku sangka-sangka, dari kejauhan dari dalam mesjid aku perhatikan.

Lihat teman!!! dimana posisi mobil itu berada, jika kendaraan lain di parkir dalam kehujanan dan jauh dari mesjid, namun mobil kecil itu diparkir hampir sejajar dengan tempat orang menunaikan shalat.

kawan, itu kendaraan ke surga…

“bersyukurlan dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita, untuk bersyukur maka lihatlah kebawah mu…” sebuah pesan nasehat yang begitu simple namun memiliki makna yang luar biasa jika kita ingin memaknainya…

Satu Tanggapan to “Kendaraan ke Surga”

  1. salam,

    terima kasih. sangat berkesan kisahnya – mengingatkan kembali diri ini untuk bersyukur dengan segala kesempurnaan yang telah diberikan Allah SWT… saya newbie dan jarang sekali memperbarui blog – salam kenal. terima kasih telah berbagi dan mengingatkan akan rasa syukur. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s