إنني أعتذر

[…] innii a’taziru […]
Sebuah penyesalan yang ingin aku gambarkan, begitu menyesal dengan masa laluku sehingga tak ingin kuulang kembali, innii a’taziru…! maafkan aku…! aku telah menghianatimu dimasa lalu, andai saja aku lebih bersabar dan tidak tergesa-gesa mencarimu maka sungguh aku tidak akan pernah melukai hatimu, maafkan aku duhai istriku*, dulu aku menghianati penantianmu, aku berusaha untuk mencintai walau ternyata aku tidak pernah berhasil mencintai sampai saatnya kini aku menemukanmu dalam keberhasilanku mencintai [it’s done 100%].aku menyesal tidak menemukan hatimu dimasa laluku, terus-menerus aku berusaha menemukanmu sedangkan kamu hanya diam, dan aku pun tersalah dalam pencarian.
maafkan aku duhai istriku, aku bahkan tidak memperdulikanmu sedangkan kamu ada disekitarku, jika boleh aku kembali ke masa lalu maka akan ku perbaiki semua kesalahanku dan berusaha untuk menjagamu dari dulu hingga kini dan sampai nanti, aku menyesal telah membiarkan air matamu terjatuh dan mengalir untuk orang lain dan oleh orang lain, seharusnya aku tidak membiarkan itu terjadi padamu, dan ternyata aku tidak banyak berbuat untukmu, aku juga malu kepadamu bahwa aku pernah bersedih hati bahkan menangis sedu selain untukmu [ntah apa yang kutangisi], maafkan aku.maafkan aku duhai istriku, handphone ku sering berdering dan itu bukan nomor kamu, aku mengabaikanmu duhai kekasih hatiku, begitu besar penyesalanku terhadap penghianatanku padamu dimasa lalu, andai saja aku tahu bahwa kamu adalah istriku sungguh aku tidak akan mengabaikanmu dalam setiap nafasku, akan kujaga hatimu dari apapun yang menyakiti [apapun dan siapapun itu], maafkan aku.

NAMUN kini semuanya telah berlalu, aku sudah menemukanmu dalam batinku, sehingga tidak akan pernah lagi ku ulangi sehingga aku menyesal di kemudian hari, sungguh aku pernah berdoa kepada Allah untuk dihadirkan wujudmu dalam tidurku, dan beberapa kali aku telah melihatmu, lagi-lagi aku menghianatimu dan berbohong kepada Allah, aku berpura-pura tidak melihatmu sehingga Allah menghadirkanmu kembali dalam tidurku sehingga ditanamkan keyakinan yang luar biasa, aku akan berdosa kepada Allah ketika aku meminta dan ketika ditunjukkan aku tidak ingin yang ditunjukkan itu adalah kamu, karna aku ingin diposisi aman, namun ternyata aku telah meragukan keagungan Allah, Allah ingin aku memulai dulu dan tidak mengatur-atur kehidupanku di masa yang akan datang, tetapi yang aku lakukan justru aku lah yang meramalkan kehidupanku sendiri, Astaghfirullahal’azim…., aku berdosa kepada Allah tidak menghiraukan pemberian-Mu setelah ku pinta.

namun kini semuanya telah tersadari oleh ku, seolah aku mendengar bisikan “bukan tugas mu untuk memikirkan gimana nanti, tapi gimana-gimananya yaa nanti (Allah yang akan selesaikan)…!!!” buktinya rintangan-rintangan kecil selama ini terselesaikan dengan cara yang sangat baik sedangkan aku tidak berbuat apa-apa, jika bukan Allah yang melakukannya siapa lagi?

“LOE IKUT TAKDIRNYA, GUE YANG URUS SEGALA PROSESNYA”

sungguh kini aku tak sanggup menerima kebahagiaan yang begitu besar, ketika aku menyerahkan segala urusan kepada Allah, Subhanallah…aku menerima lebih dari yang aku harapkan.

Terimakasih, aku menerima kebahagiaan yang begitu besar, sungguh berdosa aku kepada Allah jika air matamu kembali menetes karena kepiluan yang aku perbuat, hatimu menangis karna tingkah aku, dan aku pun tidak ingin berdosa lagi, kamu adalah titipan Allah untuk ku, apapun yang aku lakukan untuk mu adalah bentuk pemujaan ku kepada Allah, hadiah yang Allah berikan pasti akan ku jaga dan ku rawat bahkan melebihi dari kemampuan ku, dan itu adalah bentuk rasa syukur ku akan hadiah yang Allah berikan, jika aku membuatmu susah maka aku akan sangat berdosa kepada Allah.

Duhai putri, insyaAllah hadiah yang Allah berikan ini adalah istri yang sholehah yang akan sama-sama membuat jalan untuk kita melangkah ke surga, Amiiin ya Allah….thanks to Allah.

Satu Tanggapan to “إنني أعتذر”

  1. […] innii a’taziru […] <<– tulisan terakhir ya???😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s